Head of social engagement PT Astra International Indonesia Tbk, Triyanto menjelaskan, pihaknya melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) senantiasa berkomitmen untuk terus mendampingi para petani. Di Banyuwangi ini, pihaknya sudah sejak lama mendampingi petani meski program DSA dimulai pada 2018.
"Sejak 2015 kami dengan Pak Anas (bupati Banyuwangi sebelumnya) saling berkunjung," katanya.
Dia pun menyebut bahwa pendampingan petani buah naga di Banyuwangi ini memasuki tahun kedua.
Melalui CSR-nya, kata dia, DSA fokus untuk memaksimalkan kualitas dari buah-buahan Banyuwangi yang akan diekspor. "Supaya ekspornya bisa terus berlanjut," kata dia.
Selain di Banyuwangi, pihaknya pun mendampingi sejumlah desa di Jawa Timur dengan harapan bisa menjadi desa mandiri. "Kami sudah menandatangani MoU dengan gubenrur Jawa Timur, untuk mengembangkan desa-desa di Jawa Timur," katanya.
Hasilnya, tambah dia, dari 10 DSA yang masuk kategori mandiri, enam di antaranya berada di Jawa Timur. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya dalam menciptakan desa-desa menjadi mandiri. "Kami berharap bisa terus mendampingi, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menurunkan angka kemiskinan," ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, program DSA sudah menjangkau 930 desa di 142 kabupaten di 34 provinsi. Terdapat sejumlah produk unggulan yang siap ekspor seperti klaster kopi, agrikultur dan olahan, kelautan dan perikanan, serta wisata kriya dan budaya. "Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan expertise, akademisi, start up, komunitas masyarakat, dan pemerintah," ujarnya.