Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-11-29 at 08.18.58_ac76df0d.jpg
Dok IDN Times

Intinya sih...

  • Kolaborasi lintas negara dengan Malaysia

  • Inovasi teknologi tata udara dan estetika jadi standar baru kualitas desain

  • Dominasi kreativitas mahasiswa dalam kompetisi tahun ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - PT Daikin Airconditioning Indonesia kembali merayakan kreativitas dan inovasi para arsitek serta desainer interior melalui DAIKIN Designer Awards 2025, ajang kompetisi desain bergengsi yang menekankan perpaduan estetika, fungsionalitas, dan sistem tata udara modern untuk hunian masa depan. Tahun ini, kompetisi yang dibuka sejak April lalu berhasil menarik sekitar 1700 peserta dari kalangan profesional maupun mahasiswa, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Terus meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin meluasnya inspirasi bagi lahirnya desain ruang hidup ideal yang memberikan perhatian pada keindahan sekaligus tata udara di dalamnya,” ujar Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, saat malam penganugerahan di Jakarta.

Sebanyak 21 penghargaan diberikan mewakili tujuh kategori besar, mencakup proyek terbangun dan karya konseptual untuk hunian dan bangunan Food & Beverage (F&B).

1. Diperluas ke Tingkat ASEAN, Gandeng Asosiasi Besar Malaysia

Dok IDN Times

Tahun kelima penyelenggaraan DAIKIN Designer Awards menghadirkan tonggak baru melalui kolaborasi lintas negara. Untuk pertama kalinya, kompetisi ini diperluas ke tingkat ASEAN dengan menggandeng DOMA Initiatives dan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID), yang menjadi mitra strategis di Malaysia. Sementara di Indonesia, dukungan tetap diperkuat oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, IAI Jawa Barat, serta Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal bagi semakin menyebarnya inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang mengedepankan sistem tata udara dan unsur estetika di tingkat ASEAN,” ujar Shinji Miyata menjelaskan langkah ekspansif DAIKIN.

Panel juri tahun ini pun diisi nama besar dari dua negara, termasuk Tan Tik Lam, Cosmas Gozali, Alex Bayusaputro dari Indonesia serta Adjunct Prof. IDr. Joe WH Chan, IDr. Wong Pei San, dan Ar. MunInn Chan dari Malaysia. Figur publik Daniel Mananta ikut terlibat sebagai juri tamu.

2. Inovasi teknologi tata udara dan estetika jadi standar baru kualitas desain

Selvi Ani Yongnata (Head of Proshop PT DAIKIN Airconditioning Indonesia) menjelaskan DAIKIN Proshop Designer Awards 2025 pada Jumat (25/4/2025) di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Mengusung tema Originality, kompetisi tahun ini menantang peserta untuk menghasilkan karya yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memperhatikan sistem tata udara, kenyamanan termal, hingga efisiensi energi. Tren desain integratif ini menjadi sorotan utama profil terbaru hunian masa depan dan bangunan komersial F&B.

Juara pertama kategori Proyek Terbangun Arsitektur & Desain Interior diraih GeTs Architects melalui karya The Steric Spes, yang memadukan konsep bentuk, kenangan, dan harapan dengan fasad responsif berbahan blok beton berkisi. Formzero dan Anima Interior menyusul sebagai juara dua dan tiga.

Pada kategori konseptual untuk profesional, Dreamlabs Architects memenangkan kategori hunian lewat karya Weave, sementara Severus Andrew Febrian Aristoteles membawa pulang kemenangan kategori F&B melalui karya In Praise of Nature yang menonjolkan keteraturan alam melalui konsep kanopi cahaya dan bayangan.

3. Deretan pemenang muda membuktikan kekuatan regenerasi dunia desain

Shinji Miyata (Presiden Direktur PT DAIKIN Airconditioning Indonesia) membuka konferensi pers DAIKIN Proshop Designer Awards 2025 pada Jumat (25/4/2025) di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Dominasi kreativitas mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama dalam kompetisi tahun ini. Pada kategori mahasiswa, karya V House oleh Syaukat Zidane, Micko Ferdinand Nusadi & Rachmat Hidayat, serta Umah Nataran oleh Muhammad Hendy Gymnastiar & I Wayan Balitar Yana keluar sebagai juara utama dan mendapat apresiasi tinggi dari panel juri.

Sementara di kategori Desain Interior profesional, Solenne Space berhasil meraih dua penghargaan sekaligus melalui karya Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy, yang memadukan eksplorasi keintiman dengan geometri pahatan dan tekstur material.

“Teriring ucapan selamat bagi para pemenang, kami berharap seluruh peserta dapat terus berkarya dan menularkan inspirasi tentang hunian ideal dan bangunan komersial kepada lebih banyak orang,” tutup Shinji Miyata.

Editorial Team