Ilustrasi persaingan tidak sehat (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
Biasanya ada teman yang merasa harus selalu lebih dari kamu dalam segala hal. Mereka bukan mendukung, tapi tersenyum saat kamu gagal dan dingin saat kamu berhasil. Sikap kompetitif yang berlebihan ini bikin kamu merasa kalau kebahagiaanmu adalah ancaman buat mereka. Pelan-pelan kamu jadi takut cerita hal-hal positif karena khawatir bikin mereka tersinggung.
Bukannya saling menguatkan, hubungan seperti ini justru jadi ajang pembuktian siapa yang lebih hebat. Energi mentalmu bakal habis kalau terus berusaha membuat mereka nyaman dengan kesuksesanmu. Padahal teman sejati seharusnya bisa tumbuh bareng, bukan saling menjatuhkan. Kalau kebahagiaanmu gak pernah dirayakan, itu tanda red flag besar.
Pertemanan seharusnya jadi tempat kamu bisa pulang saat hidup terasa berat, bukan sumber tekanan baru yang melelahkan. Kalau lima red flags ini sering muncul dalam hubunganmu, saatnya mempertimbangkan ulang siapa yang layak ada dalam hidupmu. Gak semua orang berhak mengakses energi dan ruang emosionalmu, kok. Menjaga jarak juga bentuk sayang pada diri sendiri, bukan tindak kejahatan.
Kamu berhak punya lingkaran pertemanan yang bisa saling mendukung dan saling menenangkan. Proses memilih teman memang gak mudah, tapi menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan mental. Jangan takut kehilangan orang yang bikin kamu kehilangan diri sendiri. Pertemanan sehat adalah yang bikin kamu tumbuh, bukan runtuh.