Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi gen z (pexels.com/RDNE Stock project)
Ilustrasi gen z (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • Anak muda mulai menyadari bahwa hidup yang terlalu cepat justru menguras energi. Bekerja efektif, menjaga kesehatan mental, dan punya waktu jeda menjadi bentuk baru dari produktivitas.

  • Gaya hidup konsumtif bergeser ke arah yang lebih rasional. Anak muda lebih berhati-hati membelanjakan uang, memprioritaskan tabungan, dana darurat, dan pengalaman yang bermakna.

  • Lingkaran pertemanan anak muda cenderung mengecil namun lebih solid. Mereka tak lagi mengejar banyak koneksi, melainkan hubungan yang sehat dan saling mendukung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki 2026, gaya hidup anak muda mengalami pergeseran yang cukup terasa. Bukan lagi soal tren sesaat, perubahan ini muncul dari pengalaman kolektif menghadapi tekanan ekonomi, digitalisasi berlebih, hingga kelelahan mental.

Milenial dan Gen Z kini lebih selektif dalam menentukan prioritas hidup. Apa yang dulu dianggap penting, perlahan dievaluasi ulang agar hidup terasa lebih seimbang dan masuk akal.

Perubahan ini terlihat dari cara mereka bekerja, mengelola uang, hingga memaknai relasi sosial. Gaya hidup tak lagi soal pamer pencapaian, melainkan soal keberlanjutan.

Lantas, perubahan apa saja yang mulai membentuk wajah gaya hidup anak muda di 2026?

 

1. Dari serbacepat ke hidup yang lebih sadar

ilustrasi gen Z di tempat kerja (pexels.com/Moe Magners)

Anak muda mulai menyadari bahwa hidup yang terlalu cepat justru menguras energi. Hustle culture yang dulu diagungkan kini mulai ditinggalkan demi ritme hidup yang lebih manusiawi.

Bekerja efektif, menjaga kesehatan mental, dan punya waktu jeda menjadi bentuk baru dari produktivitas. Banyak yang memilih melambat bukan karena malas, tapi karena ingin bertahan lebih lama.

2. Lebih bijak mengelola uang dan gaya konsumsi

ilustrasi gen Z di tempat kerja (pexels.com/Ivan Samkov)

Gaya hidup konsumtif mulai bergeser ke arah yang lebih rasional. Anak muda kini lebih berhati-hati membelanjakan uang, memprioritaskan tabungan, dana darurat, dan pengalaman yang bermakna.

Belanja impulsif demi tren mulai berkurang. Mereka lebih sadar bahwa stabilitas finansial memberi rasa aman yang tak bisa digantikan oleh kepuasan sesaat.

3. Relasi sosial lebih kecil tapi bermakna

Ilustrasi kuat mental para gen z (pexels.com/Yan Krukau)

Di 2026, lingkaran pertemanan anak muda cenderung mengecil namun lebih solid. Mereka tak lagi mengejar banyak koneksi, melainkan hubungan yang sehat dan saling mendukung.

Media sosial tetap digunakan, tapi bukan lagi pusat kehidupan sosial. Interaksi langsung dan koneksi emosional yang nyata kembali mendapat tempat.

Perubahan gaya hidup ini menunjukkan bahwa anak muda semakin reflektif terhadap pilihan hidupnya. Mereka tak sekadar mengikuti arus, tapi mulai bertanya: apa yang benar-benar dibutuhkan?

Kalau kamu sendiri, perubahan gaya hidup apa yang paling terasa di 2026 ini?

Editorial Team