Awal 2026 menjadi momen refleksi bagi banyak orang, terutama milenial dan Gen Z, soal cara mengelola keuangan dengan lebih realistis. Setelah melewati berbagai tekanan ekonomi dan sosial di tahun-tahun sebelumnya, uang tak lagi sekadar alat bertahan hidup, tapi juga sarana menjaga kewarasan.
Di satu sisi, kebutuhan akan healing makin terasa penting. Di sisi lain, kesadaran untuk menabung dan berinvestasi juga terus digaungkan. Masalahnya, tak sedikit yang merasa ketiganya sulit berjalan bersamaan.
Banyak anak muda akhirnya terjebak pada dua ekstrem: terlalu menikmati hidup hingga lupa masa depan, atau terlalu ketat mengatur uang sampai kehilangan ruang untuk menikmati hasil kerja keras. Padahal, pengelolaan keuangan yang sehat justru berada di tengah-tengah.
Tahun 2026 bisa menjadi titik balik untuk membangun pola keuangan yang lebih seimbang. Bukan soal menekan diri, tapi soal membuat uang bekerja sesuai prioritas hidup.
