Tidak bisa dipungkiri jika komunikasi menjadi fondasi utama dalam hubungan keluarga. Lewat komunikasi yang terbuka dan sehat, setiap anggota keluarga bisa merasa didengar, dipahami, dan dihargai.
Namun, tidak semua keluarga menyadari bahwa cara berkomunikasi mereka perlahan berubah menjadi tidak sehat. Konflik kecil yang sering muncul, suasana rumah yang terasa tegang, hingga kebiasaan saling diam bisa menjadi tanda awalnya.
Sering kali kondisi ini dianggap wajar atau hanya fase sementara. Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, komunikasi yang buruk dapat memengaruhi kesehatan emosional seluruh anggota keluarga.
Mengenali tanda-tanda komunikasi keluarga yang tidak sehat menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
