Bagi banyak orangtua, menyadari bahwa anak lebih nyaman curhat ke orang lain bisa terasa menyakitkan. Ada rasa gagal, kecewa, atau bertanya-tanya apa yang salah dalam pola asuh selama ini. Padahal, keputusan anak untuk bercerita ke luar rumah sering kali bukan bentuk penolakan, melainkan cara mereka mencari rasa aman. Anak ingin didengar tanpa dihakimi, dipahami tanpa disela, dan diterima apa adanya saat emosinya sedang penuh.
Tanpa disadari, pola komunikasi di rumah bisa membuat anak ragu membuka diri. Niat baik orangtua terkadang hadir dalam bentuk nasihat, solusi cepat, atau kritik halus yang justru menutup ruang curhat. Ketika rumah terasa tidak cukup aman secara emosional, anak akan mencari tempat lain untuk menumpahkan isi hati. Inilah beberapa alasan mengapa anak sering merasa lebih nyaman curhat ke orang lain daripada kepada orangtuanya sendiri. Yuk, simak!
