Bencana longsor masih menjadi ancaman nyata di berbagai wilayah Indonesia, terutama saat musim hujan. Sayangnya, mitigasi longsor sering dianggap sebagai tanggung jawab pemerintah semata.
Padahal, peran masyarakat—termasuk anak muda—sangat krusial dalam mengurangi risiko longsor. Dengan jumlah yang besar dan akses informasi yang luas, generasi muda punya potensi besar sebagai agen perubahan.
Kesadaran dan keterlibatan anak muda bisa menjadi pembeda antara wilayah yang siap dan wilayah yang rentan. Terlebih, langkah mitigasi tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau biaya besar.
Lalu, apa saja peran konkret yang bisa dilakukan anak muda dalam mitigasi longsor di lingkungan sekitar? Berikut ulasannya:
