Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi hujan di Kota Makassar. IDN Times/Irwan Idris
Ilustrasi hujan di Kota Makassar. IDN Times/Irwan Idris

Intinya sih...

  • Bencana bisa terjadi di wilayah yang sebelumnya dianggap aman

  • Hujan deras singkat dapat memicu banjir bandang atau longsor

  • Bencana musim hujan didahului tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan kerap datang dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar benar secara ilmiah atau berdasarkan data kebencanaan.

Masih banyak mitos soal bencana musim hujan yang dipercaya turun-temurun. Mulai dari anggapan tanda alam tertentu hingga keyakinan bahwa bencana hanya terjadi di wilayah tertentu saja.

Padahal, kesalahan memahami informasi bisa membuat masyarakat lengah dan kurang siap menghadapi risiko. Alih-alih waspada, mitos justru bisa menyesatkan langkah mitigasi.

Agar tidak salah kaprah, penting untuk membedakan mana mitos dan mana fakta soal bencana yang sering muncul saat musim hujan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Bencana hanya terjadi di daerah tertentu

Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Masih banyak yang percaya bahwa banjir dan longsor hanya akan terjadi di daerah langganan bencana. Faktanya, perubahan lingkungan dan cuaca ekstrem membuat risiko bencana bisa muncul di wilayah yang sebelumnya dianggap aman.

Alih fungsi lahan, buruknya drainase, dan kepadatan bangunan membuat daerah perkotaan pun kini rawan bencana. Artinya, siapa pun tetap perlu waspada meski tidak tinggal di zona merah.

Mitos ini sering membuat warga terlena dan tidak melakukan persiapan apa pun. Padahal, kesiapsiagaan justru penting dilakukan sebelum bencana benar-benar terjadi.

 

2. Hujan deras sebentar tidak berbahaya

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Banyak orang mengira hujan deras dalam waktu singkat tidak akan memicu bencana. Padahal, hujan intensitas tinggi meski singkat bisa langsung menyebabkan banjir bandang atau longsor.

Tanah yang sudah jenuh air dan saluran air yang tersumbat dapat bereaksi cepat terhadap hujan lebat. Inilah sebabnya peringatan dini cuaca ekstrem tetap perlu diperhatikan.

Menganggap remeh hujan singkat bisa berujung fatal, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau daerah perbukitan.

3. Bencana datang tanpa tanda apa pun

ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

Tidak sedikit yang percaya bencana selalu datang tiba-tiba tanpa gejala. Faktanya, banyak bencana musim hujan didahului tanda-tanda alam, seperti retakan tanah, air sungai keruh, atau pohon mulai miring.

Sayangnya, tanda-tanda ini sering diabaikan karena dianggap hal biasa. Padahal, mengenali sinyal awal bisa membantu evakuasi lebih cepat dan mengurangi risiko korban.

 

Mitos dan fakta soal bencana musim hujan perlu dipahami dengan benar agar masyarakat tidak salah langkah. Informasi yang tepat bisa menjadi kunci keselamatan, terutama di tengah cuaca yang makin sulit diprediksi.

Menurut kamu, mitos apa lagi yang masih sering dipercaya di lingkungan sekitarmu saat musim hujan?

Editorial Team