Comscore Tracker

Selawat Nariyah, Wujud Cinta pada Rasul untuk Menenangkan Hati

Dapat pahala dan hati pun tenang

Jakarta, IDN Times – Melantunkan salawat merupakan aktivitas mulia yang mendatangkan banyak hidayah bagi umat manusia. Amalan ini memiliki banyak keistimewaan seperti ganjaran pahala yang berlipat ganda, bahkan mampu mendatangkan ketenangan hati.

Seperti dikutip dari almanhaj.or.id, terdapat anjuran berselawat untuk Nabi Muhammad SAW yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur'an, yakni:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS Al-Ahzab: 56)

Dalam hadis juga disebutkan pentingnya berselawat untuk Nabi Muhammad, seperti diriwayatkan dalam hadis riwayat Muslim berikut ini:

صَلُّوا عَلَيَّ؛ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

Artinya: Berselawatlah kalian untukku. Sesungguhnya barang siapa berselawat untukku satu kali, niscaya Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim 1/288-289 no. 384)

Baca Juga: Baca Salawat Nabi Ini Sebagai Penolong Saat Sakaratul Maut

1. Pengertian dan keutamaan membaca selawat

Selawat Nariyah, Wujud Cinta pada Rasul untuk Menenangkan HatiANTARA FOTO/Basri Marzuki

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, kbbi.kemdikbud.go.id, selawat artinya berdoa kepada Allah untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Keutamaan membaca selawat yang telah tercantum dalam Al-Qur'an maupun dalam hadis riwayat atas sabda Rasulullah, sejatinya akan diterima di sisi Allah SWT apabila diamalkan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Niat ikhlas dalam berselawat artinya selawat dilantunkan dengan sungguh-sungguh dan hanya mengharapkan ridha serta pahala dari Allah SWT. Selain itu, teks selawat yang dibaca tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan prinsip ikhlas serta tidak bermuatan syirik.

Sedangkan meneladani Rasulullah artinya mencontoh selawat yang diajarkan beliau dan tidak melampaui batas bahkan syirik, berselawat pada momen-momen yang disyariatkan, serta membaca selawat semampunya.

2. Membaca Selawat Nariyah agar hajat mudah terpenuhi dan menenangkan hati

Selawat Nariyah, Wujud Cinta pada Rasul untuk Menenangkan HatiIDN Times/Gideon Aritonang

Sejatinya terdapat beberapa bacaan selawat dan seluruhnya memiliki keistimewaan masing-masing. Di antaranya adalah Selawat Nariyah yang sering dilantunkan dalam berbagai kesempatan. Tak terkecuali bagi umat Muslim di Indonesia yang seringkali berlomba-lomba mengamalkan Selawat Nariyah.

Antusiasme umat Muslim melantunkan Selawat Nariyah disebabkan banyaknya keutamaan serta pahala besar bagi orang yang membaca selawat tersebut. Bahkan Selawat Nariyah dianggap sebagai perwujudan cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Disebutkan, barang siapa yang membaca Selawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, dengan niat menghilangkan kesusahan atau memenuhi hajat (kebutuhan), maka semua itu akan terpenuhi. Ada juga yang mengatakan bahwa dengan membaca selawat ini hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang.

3. Berikut bacaan Selawat Nariyah

Selawat Nariyah, Wujud Cinta pada Rasul untuk Menenangkan HatiIIlustrasi mengaji, ngaji, doa, baca Al-Qur'an (IDN Times/Rochmanuddin)

Ini adalah bacaan Selawat Nariyah beserta artinya yang dapat meningkatkan pemahaman umat Muslim sebelum mengamalkannya.

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadi lladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawaaiju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khotima wa yustaqol ghomawu biwajhihil kariim wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lu mi laka.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah selawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, serta berkat dirinya yang mulia hujan pun turun. Semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan embusan napas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

4. Penjelasan bagi yang menyebut membaca Selawat Nariyah bid'ah

Selawat Nariyah, Wujud Cinta pada Rasul untuk Menenangkan HatiIDN Times/Gideon Aritonang

Terkait adanya pendapat yang menganggap membaca Selawat Nariyah termasuk sebagai perbuatan bid’ah sebab tidak berasal dari Rasulullah langsung, Dewan Pakar Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin, dikutip dari nu.or.id, mengatakan Syaikh Ibn Qayyim al-Jauziyah, murid Syaikh Ibn Taimiyah telah meriwayatkan beberapa selawat nabi yang disusun oleh para sahabat dan ulama salaf.

Beberapa selawat yang disusun oleh sahabat dan ulama salaf tersebut tercantum dalam kitab Jala’ al-Afham fi al-Shalat wa al-Salam ‘ala Khair al-Anam. Beberapa selawat tersebut kemudian dilanjutkan oleh para ulama untuk menyusun beragam selawat lain, sehingga lahirlah Selawat Nariyah, Thibbul Qulub, Al-Fatih, Al-Munjiyat, dan lain-lain.

Baca Juga: Grup Selawat di Mimika Papua Nyaris Bubar, Kini Makin Berkibar

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya