Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Kenali risiko lingkungan dan tanda-tanda awal longsor

    • Pahami kondisi lingkungan sekitar

  • Perhatikan tanda-tanda awal longsor

  • Siapkan rencana darurat dan tas siaga bencana

    • Tentukan jalur evakuasi dan titik kumpul aman

  • Siapkan tas siaga bencana dengan kebutuhan dasar

  • Bangun kebiasaan waspada dan kerja sama warga

    • Komunikasi antarwarga sangat penting

  • Ikut serta dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan dan simulasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tinggal di wilayah rawan longsor bukan pilihan mudah bagi banyak orang. Kondisi geografis, faktor ekonomi, hingga keterbatasan hunian sering membuat warga tetap menetap meski risikonya tinggi.

Sayangnya, ancaman longsor kerap dianggap sebagai sesuatu yang “sudah biasa”.

Padahal, longsor bisa terjadi kapan saja, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Tanpa kesiapsiagaan yang baik, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari kerusakan rumah hingga korban jiwa.

Kesadaran dan pengetahuan menjadi kunci utama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Langkah-langkah sederhana namun tepat dapat membantu meminimalkan risiko dan mempercepat respons saat situasi darurat terjadi.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan jika kamu tinggal di wilayah rawan longsor? Berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan.

1. Kenali risiko lingkungan dan tanda-tanda awal longsor

Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Langkah pertama adalah memahami kondisi lingkungan sekitar. Perhatikan apakah rumah berada di lereng curam, dekat tebing, atau area dengan drainase buruk. Pengetahuan ini membantu warga lebih waspada terhadap potensi bahaya.

Selain itu, kenali tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, dinding rumah yang mulai miring, aliran air yang berubah, atau suara gemuruh kecil dari lereng. Jika tanda-tanda ini muncul, segera laporkan ke pihak berwenang atau aparat setempat.

2. Siapkan rencana darurat dan tas siaga bencana

Ilustrasi tas untuk siaga bencana (Pexels/Rajib Ahmed)

Warga di wilayah rawan longsor perlu memiliki rencana evakuasi yang jelas. Tentukan jalur evakuasi, titik kumpul aman, dan siapa yang harus dihubungi saat keadaan darurat. Rencana ini sebaiknya dibahas bersama seluruh anggota keluarga.

Selain itu, siapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar seperti dokumen penting, senter, obat-obatan, pakaian, dan makanan darurat. Tas ini harus mudah dijangkau agar bisa langsung dibawa saat evakuasi diperlukan.

3. Bangun kebiasaan waspada dan kerja sama warga

Kaum perempuan menjadi relawan bencana.(IDN Times/Daruwaskita)

Kesiapsiagaan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama. Komunikasi antarwarga sangat penting untuk saling mengingatkan saat hujan deras atau muncul tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar.

Ikut serta dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan, simulasi evakuasi, atau kerja bakti menjaga drainase juga bisa meningkatkan kesiapan bersama. Lingkungan yang solid akan lebih tangguh menghadapi ancaman longsor.

Tinggal di wilayah rawan longsor memang penuh tantangan, tetapi bukan berarti tanpa solusi. Dengan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan kerja sama, risiko bisa ditekan seminimal mungkin.

Menurut kamu, langkah apa lagi yang penting dilakukan warga di daerah rawan longsor?

Editorial Team