Bandung, IDN Times - Mencari pekerjaan di era digital memang semakin mudah, tapi risikonya juga ikut meningkat. Salah satunya adalah maraknya lowongan kerja palsu yang menyasar pencari kerja, terutama fresh graduate.
Tak sedikit korban yang akhirnya kehilangan uang, data pribadi, bahkan kepercayaan diri karena tertipu proses rekrutmen fiktif. Modusnya pun kian beragam dan terlihat meyakinkan.
Sayangnya, banyak pencari kerja yang tergesa-gesa melamar karena takut kehilangan peluang. Padahal, sikap terlalu terburu-buru justru sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.
Agar tidak menjadi korban berikutnya, penting bagi pencari kerja untuk mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu sejak awal proses seleksi.
