Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria yang sukses (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi pria yang sukses (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Intinya sih...

  • Sukses bukan lagi soal status, tapi soal kendali hidup

  • Stabil secara mental dan finansial jadi satu paket

  • Sukses tak harus seragam dan bisa berubah seiring waktu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makna sukses tak lagi sesederhana jabatan tinggi atau gaji besar, terutama bagi milenial dan Gen Z yang tumbuh di tengah perubahan serbacepat. Akses informasi yang masif membuat standar keberhasilan terus bergeser dan terasa semakin personal.

Di satu sisi, media sosial kerap menampilkan potret kesuksesan instan yang tampak menggiurkan. Di sisi lain, realitas hidup justru menuntut keseimbangan antara kerja, kesehatan mental, dan kebebasan menentukan arah hidup.

Tak heran jika banyak anak muda merasa bingung: apakah sukses berarti stabil secara finansial, bahagia secara emosional, atau diakui oleh lingkungan sekitar? Pertanyaan ini makin relevan ketika dunia bergerak jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Di era sekarang, sukses bukan lagi tujuan tunggal, melainkan proses yang penuh negosiasi dengan nilai, kondisi, dan pilihan hidup masing-masing individu. 

1. Sukses bukan lagi soal status, tapi soal kendali hidup

ilustrasi memaksakan diri sukses di usia muda (unsplash.com/Beaver Fernandez)

Bagi milenial dan Gen Z, sukses sering dimaknai sebagai kemampuan mengendalikan hidup sendiri. Punya waktu untuk diri sendiri, bisa memilih pekerjaan yang sesuai nilai, dan tidak terjebak rutinitas yang melelahkan menjadi indikator penting.

Jabatan tinggi tanpa ruang bernapas justru kerap dianggap sebagai kegagalan versi baru. Kendali atas waktu dan keputusan pribadi kini dinilai lebih berharga daripada sekadar simbol status sosial.

2. Stabil secara mental dan finansial jadi satu paket

ilustrasi sukses (vecteezy.com/Thapana Onphalai)

Kesadaran akan kesehatan mental membuat definisi sukses semakin holistik. Banyak anak muda menolak bekerja berlebihan jika harus mengorbankan kesehatan psikologis.

Di saat yang sama, stabilitas finansial tetap menjadi fondasi penting. Sukses berarti cukup secara ekonomi tanpa harus terus-menerus cemas soal masa depan, utang, atau tekanan gaya hidup.

3. Sukses tak harus seragam dan bisa berubah seiring waktu

ilustrasi meraih sukses (unsplash.com/Brice Cooper)

Milenial dan Gen Z cenderung menerima bahwa sukses tiap orang berbeda. Ada yang merasa berhasil saat bisa bekerja remote, ada yang puas membangun usaha kecil, ada pula yang menemukan makna dalam kontribusi sosial.

Definisi ini juga bersifat dinamis. Apa yang dianggap sukses di usia 20-an bisa berubah total ketika memasuki fase hidup berikutnya, dan itu bukan hal yang memalukan.

Fleksibilitas dalam memaknai sukses justru menjadi kekuatan generasi ini, karena memberi ruang untuk bertumbuh tanpa terikat standar lama.

Pada akhirnya, sukses versi milenial dan Gen Z adalah tentang hidup yang terasa cukup dan bermakna, bukan sekadar terlihat hebat di mata orang lain.

Kalau menurutmu, apa arti sukses di fase hidupmu saat ini?

Editorial Team