Makna sukses tak lagi sesederhana jabatan tinggi atau gaji besar, terutama bagi milenial dan Gen Z yang tumbuh di tengah perubahan serbacepat. Akses informasi yang masif membuat standar keberhasilan terus bergeser dan terasa semakin personal.
Di satu sisi, media sosial kerap menampilkan potret kesuksesan instan yang tampak menggiurkan. Di sisi lain, realitas hidup justru menuntut keseimbangan antara kerja, kesehatan mental, dan kebebasan menentukan arah hidup.
Tak heran jika banyak anak muda merasa bingung: apakah sukses berarti stabil secara finansial, bahagia secara emosional, atau diakui oleh lingkungan sekitar? Pertanyaan ini makin relevan ketika dunia bergerak jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya.
Di era sekarang, sukses bukan lagi tujuan tunggal, melainkan proses yang penuh negosiasi dengan nilai, kondisi, dan pilihan hidup masing-masing individu.
