Comscore Tracker

Jadi Alternatif Liburan Keluarga, Intip 4 Wisata Prasejarah di Jabar

Berwisata prasejarah banyak memberikan manfaat, loh!

Bandung, IDN Times - Jejak prasejarah di Jawa Barat (Jabar) tergolong banyak. Dengan wilayah yang cukup luas, Jabar memiliki beberapa tempat bersejarah yang kini masih dirawat, dipertahankan, dan dijadikan sebagai tempat wisata.

Objek wisata prasejarah ini bisa menjadi alternatif masyarakat dalam menikmati waktu berlibur. Selain itu, berwisata di tempat prasejarah juga banyak memberikan nilai positif untuk anak-anak dalam berlibur.

Lalu, apa saja wisata prasejarah di Jabar? Berikut 4 daftar wisata prasejarah yang dijadikan referensi berlibur:

1. Museum Geologi Bandung

Jadi Alternatif Liburan Keluarga, Intip 4 Wisata Prasejarah di JabarKatalog Wisata

Museum Geologi Bandung didirikan sejak 16 Mei 1928. Di dalam musem ini menampilkan berbagai jenis fosil. Saat memasuki pintu masuk utama museum, wisatawan akan langsung disuguhkan dengan fosil dari gajah purba (Stegodon trigonocephalus).

Kemudian, di ruang sisi timur museum tersimpan sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup di Bumi dari masa primitif hingga modern.

Salah satu pajangan yang atraktif di ruangan tersebut adalah replika fosil dari kadal pemburu raksasa, Tyrannosaurus Rex Osborn. Di sana juga terdapat fosil-fosil hewan laut purba, seperti hiu raksasa megalodon hingga fosil moluska.

Museum Geologi Bandung terletak di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung. Lokasinya sangat dekat dengan Gedung Sate yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Harga tiketnya pun murah, untuk pelajar ditarif Rp2.000, wisatawan lokal Rp3.000 dan wisatawan asing Rp10.000.

2. Gunung Padang Cianjur

Jadi Alternatif Liburan Keluarga, Intip 4 Wisata Prasejarah di JabarGunung Padang Cianjur (Istimewa)

Situs Gunung Padang tergolong sangat dekat dengan pusat Kabupaten Cianjur. Dilansir dari laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, situs ini awalnya ditemukan pada tahun 1914 dan terus diteliti hingga saat ini.

Gunung Padang Cianjur juga merupakan situs bentuk kebudayaan batu besar (megalitikum) yang disebut ahli sejarah sebagai situs tertua di dunia mengalahkan Piramida Gaza yang ada di Mesir.

Kompleks punden berundak di Gunung Padang terdiri atas lima teras yang tersusun dengan ukuran berbeda-beda. Teras pertama merupakan bangunan terluas, dengan jumlah batuan paling banyak.

Sejak tahun 2014, Situs Gunung Padang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya berperingkat nasional sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.

Pengunjung cukup membayar Rp5.000 untuk bisa masuk area Gunung Padang, dan bila ingin didampingi pemandu bisa mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp100.000.

3. Stone Garden Bandung

Jadi Alternatif Liburan Keluarga, Intip 4 Wisata Prasejarah di Jabartourbandung

Stone Garden merupakan taman prasejarah yang ada di Citatah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wisata prasejarah ini terkenal dengan formasi batuannya yang eksotis dan artistik.

Walau berada di dataran tinggi, wisatawan bisa dengan mudah menjelajah ke lokasi ini. Waktu terbaik untuk mendatangi tempat ini ialah pagi atau sore hari, saat terik matahari tak terlalu menyengat.

Di sini wisatawan bisa melihat pemandangan Geopark Citatah secara 360 derajat tanpa terhalang di batu tertinggi yang dinamai Puncak Panyawangan. Konon, manusia prasejarah mulai berdatangan ke daerah ini sebagai pemburu.

4. Gua Pawon

Jadi Alternatif Liburan Keluarga, Intip 4 Wisata Prasejarah di JabarIlustrasi Gua (IDN Times/Sunariyah)

Selain Stone Garden, Kabupaten Bandung Barat juga punya objek wisata prasejarah Gua Pawon. Tempat wisata itu merupakan salah satu bukti otentik eksitensi Danau Bandung Purba.

Undakan tangga batu dan suara cicitan kelelawar akan menyambut Anda ketika berada di muka Gua Pawon. Seketika romantisme zaman prasejarah langsung menyelimuti benak wisatawan ketika berada di sini.

Bagaimana tidak, pilar batu paduan stalaktit dan stalagmit sepanjang belasan meter seolah menyangga atap gua. Tak terbayang berapa lama proses tersebut terjadi, sebab pertambahan panjang stalaktit hanya 0,2 mm per tahun.

Untuk bisa masuk ke tempat ini, Anda sebaiknya menyiapkan kocek sebesar Rp10.000 untuk tiket masuk, belum termasuk biaya parkir. Di sana terdapat warung kopi dan musala.

Dari pusat kota, Anda bisa naik bus jurusan Alun-alun Bandung - Ciburuy, kemudian melanjutkan dengan angkot Padalarang - Rajamandala. Setelah itu, Anda bsia berjalan kaki melewati perkampungan warga selama 15 menit sebelum tiba di Gua Pawon.

Baca Juga: 27 Daerah di Jabar PPKM Level 1, Dinkes Jabar Minta Prokes Tetap Ketat

Baca Juga: Cocok untuk Wisata Ramadan 2022, Intip 4 Wisata Religi Jabar

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya