Comscore Tracker

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?

Kepanikan tersebar lebih cepat daripada virus corona

Kita semua baru saja dibikin geger dengan pemberitaan penemuan dua warga Depok yang terpapar virus corona (COVID-19) pada Senin (2/3). Akibatnya, banyak fenomena panic buying yang terjadi. Pasar-pasar swalayan penuh, masker kesehatan habis, stok hand sanitizer pun kosong. 

Gak sampai di situ saja. Warga pun tampak terburu-buru memborong sembako untuk persediaan di rumah. Dalihnya, untuk berjaga-jaga ketika situasi semakin genting. Serangan panik ini pun mengakibatkan kelangkaan barang di sejumlah wilayah, terutama Jabodetabek. Virus corona memang meresahkan tapi ada baiknya untuk tidak berlebihan menyikapi wabah yang satu ini.

Jika kamu termasuk orang yang takut dan panik, coba duduk sebentar dan tenangkan diri. Ada sejumlah alasan kenapa kita tak perlu panik karena virus corona. Yuk, simak berikut ini!

1. Kasus yang diekspos kebanyakan kasus meninggal atau yang parah

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?forbes.com

“Kamu sering kali mendengar mengenai kasus-kasus terburuk, yang sngat parah, yang ada di rumah sakit, dan yang sekarat. Akan tetapi itu tidak merefleksikan apa yang dilakukan virus ini ke mayoritas orang,” kata Dr. Amesh A. Adalja dari John Hopkins Center for Health Security dilansir dari AlJazeera.

Setuju gak dengan penyataan di atas? Memang benar bahwa kasus yang paling banyak diekspos dari awal hingga sekarang adalah yang sangat parah. Atau bahkan kasus-kasus meninggal. 

Selain pasien, media lokal maupun internasional juga sering kali mengekspos kisah-kisah menyedihkan dari para korban virus corona. Ini juga menjadi alasan kenapa masyarakat jadi takut dan kepanikan. 

2. Jumlah kasus ringan mencapai 83 persen dari keseluruhan

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?voanews.com

Melanjutkan poin sebelumnya, kasus yang sering digembor-gemborkan memanglah kasus-kasus yang parah dan orang yang meninggal karena COVID-19. Namun tahukah kamu bahwa sebenarnya virus corona ini merupakan virus flu yang lebih banyak menyebabkan kasus ringan?

Mari kita lihat statistiknya! Menurut data real time dari Worldometers (4/3), jumlah kasus ringan virus corona kini mencapai 83 persen dari keseluruhan. Sedangkan persentase kasus berat hanyalah 17 persen. Ini artinya kondisi pasien yang kita lihat di pemberitaan tidak mewakili semua kasus virus corona yang ada. 

Baca Juga: Jangan Keliru, 7 Penyakit Ini Punya Gejala Sama dengan Virus Corona

3. Jumlah pasien yang sembuh 16 kali lipat pasien yang meninggal

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?Warga memakai masker saat mereka menyebrang jalan pada malam sibuk, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan COVID-19, di Beijing, Tiongkok, pada 3 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter

Jumlah terjangkit dan korban meninggal dari virus corona selalu di-update setiap harinya. Namun bagaimana dengan jumlah orang yang sembuh dari penyakit ini? Sangat jarang disebarluaskan, kan?

Padahal nyatanya, jumlah orang meninggal dan pulih dari virus corona cukup timpang. Per hari Rabu (4/3), tercatat bahwa korban jiwa virus corona mencapai lebih dari 3.000 orang. Sementara jumlah orang yang sembuh telah mencapai lebih dari 50 ribu orang. Sungguh jauh perbandingannya.

Bahkan Selasa (3/3), negara tetangga kita Vietnam mengumumkan bahwa 16 pasien virus corona di negaranya sudah sembuh total. Lihat, jumlah orang yang pulih sangat jauh jika dibandingkan dengan orang yang meninggal, kan? Masih mau panik?

4. Jumlah kasus yang kian naik bukanlah hal yang harus ditakuti

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?forbes.com

Siapa yang gak ngeri saat disodori jumlah kasus virus corona di dunia? Siapa pun pasti akan takut melihat angka yang begitu besar. Bahkan per Rabu (4/3), jumlah orang yang terinfeksi sudah menembus angka 90 ribu. Namun di balik angka tersebut, ada sebuah pertanda baik bagi kelangsungan virus corona. 

“Seiring dengan pertambahan pengetahuan mengenai virus ini, jumlah kasus memang akan terus naik, tetapi tingkat kefatalannya akan semakin menurun jika kita semua telah mempersiapkan diri dengan baik,” terang Adalja kepada AlJazeera.

5. Pasien yang terjangkit bisa sembuh walau belum ada vaksin

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?Pengecekan suhu badan di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta (Dok. Humas DKI Jakarta)

Salah satu hal yang membuat kita panik karena virus corona adalah belum ditemukannya vaksin penangkal. Namun lagi-lagi, ini bukanlah hal yang patut membuatmu takut berlebihan. Buktinya, lebih banyak pasien yang sembuh daripada yang meninggal, kan?

Lalu bagaimana mereka bisa sembuh kalau belum ada vaksin? Ternyata sistem imun kita sendirilah yang harus dikuatkan untuk mencegah komplikasi COVID-19 dalam tubuh. Selama gejala berhasil diredakan dan tubuh semakin kuat, virus tersebut pun akan mati. 

6. Ahli medis dan negara telah melakukan berbagai upaya untuk virus corona

Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?IDN Times/Sukma Shakti

Menurut laporan dari AlJazeera, peneliti bergerak sangat cepat untuk segera menemukan vaksin yang sesuai. Memang akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena mereka benar-benar membuat vaksin itu dari awal.

Bukan hanya itu, setiap negara juga melakukan sejumlah langkah preventif untuk menghambat pertumbuhan virus corona. Termasuk di negara kita. Pemerintah telah menjanjikan adanya thermo scanner di bandara, 100 rumah sakit dengan ruang isolasi standar WHO, hingga crisis center untuk COVID-19. 

Waspada? Boleh. Melakukan upaya pencegahan? Justru disarankan. Namun tidak untuk panik dan ketakutan. Sebagai gantinya, mending kamu terapkan langkah-langkah di bawah ini:

  • Selalu update informasi mengenai virus corona;
  • Jangan mudah terpengaruh kabar buruk terutama yang melebih-lebihkan;
  • Untuk menenangkan diri, coba cari progres mengenai pasien yang sembuh, pengerjaan vaksin, dan lainnya;
  • Harus verifikasi informasi sebelum mempercayainya dan menyebarkannya ke orang lain. Di masa kepanikan ini ada banyak hoaks dan berita palsu yang beredar;
  • Selalu terapkan pola hidup sehat, jaga kebersihan, gunakan masker setiap ke tempat publik. 
Alasan Logis, Mengapa Sama Sekali Gak Perlu Panik dengan Virus Corona?Cara pencegahan virus corona dan nomor penting yang bisa dihubungi terkait virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Saat menghadapi virus berbahaya seperti saat ini, sebaiknya kita tidak menyepelekan maupun melebih-lebihkan. Yang terpenting adalah selalu waspada dan melindungi diri. Gak perlu panik-panik lagi, ya!

Baca Juga: Virus Corona: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegahnya

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya