Bandung, IDN Times – Warung legendaris Sate Hadori di Jalan Naripan, Kota Bandung, masih mempertahankan salah satu menu andalannya sejak puluhan tahun lalu, yakni sate sineureut. Menu ini kembali jadi perbincangan karena jumlahnya sangat terbatas dan harus dipesan terlebih dahulu.
Owner Sate Hadori, Ita Sukamawati, mengatakan sate sineureut sudah ada sejak warung tersebut berdiri sekitar 1940. Berbeda dari sate kambing biasa, menu ini menggunakan daging kambing bagian has dalam atau bagian bawah punggung.
“Sineureut itu bagian has dalam, jadi dia bagian paling empuk,” kata Ita saat ditemui, Jumat (13/2/2026).
Keterbatasan bahan baku membuat tidak semua pengunjung bisa langsung membelinya. Dalam satu hari, satu ekor kambing hanya menghasilkan puluhan tusuk sate jenis ini.
