Comscore Tracker

Faisal Basri: Investasi Asing di RI Oke, UU Cipta Kerja untuk Apa?

Faisal Basri sebut masalah terbesar Indonesia adalah korupsi

Jakarta, IDN Times - Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja masih menimbulkan pro dan kontra. Apalagi jika percepatan pengesahan UU Ciptaker yang dilakukan DPR dan pemerintah merujuk pada soal investor asing.

Ekonom senior, Faisal Basri mengaku heran dengan alasan pemerintah dan DPR RI yang menggeber pengesahan UU Cipta Kerja demi mempermudah investor asing datang ke Tanah Air. Dia menyebut jika hal itu menjadi alasan dinilai tak masuk akal, karena Indonesia punya nilai investasi yang cukup besar.

"Enggak masuk akal, tidak ada masalah mendasar soal investasi kita (terkait alasan pengesahan UU Cipta Kerja). Investasi di Indonesia baik-baik saja. Pertumbuhan investasi kita lebih tinggi daripada China, Malaysia, Brasil. Hampir sama dengan India, hanya di bawah Vietnam," kata Faisal Basri dalam acara Mata Najwa dengan tema Mereka-reka Cipta kerja yang ditayangkan stasiun televisi Trans7, Rabu (7/10/2020) malam.

1. Investasi yang masuk ke Indonesia termasuk yang tertinggi di ASEAN

Faisal Basri: Investasi Asing di RI Oke, UU Cipta Kerja untuk Apa?IDN Times/Shemi

Sebaliknya, dia mengungkapkan jika investasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini mencapai 34 persen. Catatan tersebut, lanjut Faisal, merupakan yang tertinggi sepanjang masa pemerintahan Jokowi, bahkan termasuk paling tinggi di ASEAN.

Justru yang disoroti oleh Faisal Basri adalah jumlah investasi yang banyak, tapi hasilnya sedikit. "Yang masalah hasilnya kecil, karena ibaratnya kita itu makan bergizi tapi berat badannya enggak naik. Karena banyak cacing korupsi bikin investor luar negeri sakit kepala dan birokrasi pemerintah tidak efisien," ujar pria berusia 60 tahun tersebut.

Baca Juga: [WANSUS] Blak-Blakan Faisal Basri soal Masa Depan Ekonomi Indonesia 

2. Faisal Basri sebut masuknya tenaga kerja asing merugikan Indonesia

Faisal Basri: Investasi Asing di RI Oke, UU Cipta Kerja untuk Apa?IDN Times/Hana Adi Perdana

Selain itu, dia juga menyoroti masalah yang seharusnya diprioritaskan untuk selesai, salah satunya maraknya tenaga kerja asing yang menggunakan visa kunjungan. Dia juga menyinggung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang memudahkan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia melalui Menado.

"Semua harus dilucuti dan pengusaha tidak semua setuju dengan ini. Kalau kita ingin investasi, maka hentikan cara Pak Luhut membawa tenaga kerja Tiongkok dengan ribuan orang pakai visa kunjungan," bebernya.

"Masuknya tenaga asing kita rugi. Luhut Panjaitan harus ditertibkan," sambung Faisal.

3. Haris Azhar sebut pengesahan Uu Cipta Kerja cacat prosedural

Faisal Basri: Investasi Asing di RI Oke, UU Cipta Kerja untuk Apa?Tangkapan layar - Acara Mata Najwa dengan tema Mereka-reka Cipta kerja, Rabu (7/10/2020) malam WIB. (IDN Times/Ilyas Mujib).

Pada acara yang sama, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar pun ikut mengkritisi materi UU Cipta kerja yang baru saja disahkan oleh DPR RI. Menurut dia, pengesahan UU tersebut telah cacat prosedural, karena DPR dinilai tak menjalankan prosedur dalam Peraturan Perundang-undangan.

“Ini kecurangan legislatif. Sejak awal (proses RUU) tidak memenuhi prinsip-prinsip tata cara perundang-undangan. Salah satunya soal konsultasi, mengukur problem sosiologis. Itu harus turun ke masyarakat dan ketemu para ahli,” kata Haris Azhar dalam acara Mata Najwa dengan tema Mereka-reka Cipta kerja yang ditayangkan stasiun televisi Trans7, Rabu (7/10/2020) malam.

Bahkan, sikap tertutup DPR justru tercium olehnya. Menurut dia, pihaknya mendapatkan sebuah informasi dari tim di DPR yang menyebut ada anggota parlemen yang membagi-bagikan draft bakal dapat hukuman dari Satgas RUU tersebut.

Baca Juga: Faisal Basri Sebut Omnibus Law Bisa Sangat Berbahaya 

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya