Dorong Perekonomian, Masyarakat Menengah Atas Diminta Rajin Berbelanja

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat kelas menengah ke atas agar rajin berbelanja. Dengan adanya orang yang berbelanja diharap tidak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan di masa pandemik COVID-19. Menurutnya, saat ini index tabungan cenderung masih terlalu tinggi.
"Ini tidak mempromosikan pemborosan, ini adalah menolong UMKM yang hampir mati dan mau tutup dan mah PHK. Supaya tidak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers, Senin (26/10/2020).
1. Untuk masyarakat kecil dibantu dengan bansos
Emil menyebut, sektor perdagangan saat ini menurun lantaran masyarakat menengah ke bawah tidak mampu membeli barang. Maka pemerintah coba membantu perekonimian warga melalui bantuan sosial baik berupa paket sembako maupun tunai.
"Nah menengah atas terlalu banyak menyimpan uang, sehingga itu memberatkan perbankan yang haeus membayar bunga dan lain lain dalam jangka panjang," katanya.
2. Perbanyak membeli barang dari UMKM
Mantan Wali Kota Bandung ini mengimbau agar kelompok masyarakat menengah ke atas agar rajin pergi ke warung maupun membeli produk baju di UMKM. Hal ini dilakukan hingga kondisi kembali normal dari Pandemik.
"Kalau situasi sudah normal lagi mesin sudah normal lagi maka diseimbangkan lagi gaya hidupnya," ucap dia.
3. Jangan tunda untuk mendapatkan kendaraan baru
Tak hanya itu, Emil juga meminta masyarkat menegah ke atas agar tidak menunggu maupun membatalkan untuk membeli kendaraan bermotor. Kendati rencana pajak 0% yang digaungkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani Batal, namun Emil berharap masyarkat tidak membatalkan untuk membeli otomotif.
"Artinya enggak usah menunggu macam macam beli saja mobil motor, karena kalau beli mobil motor pajaknya menjadi pendapatan provinsi yang sedang menurun. Jadi saya imbau yang mau membeli otomotif mohon jangan ditahan proses pembeliannya," pungkasnya.